Kinerja Penelitian

By Superuser 1 | 05 Feb 2020, 11:07:08 WIB

Kinerja Penelitian

Keterangan Gambar : Unika Atma Jaya Berhasil Raih Predikat Tertinggi dalam Pemeringkatan Kinerja Penelitian


Unika Atma Jaya berhasil meningkatkan klaster penelitiannya sehingga masuk pada Klaster Mandiri pada periode penilaian tahun 2016-2018. Klaster Mandiri merupakan predikat tertinggi dalam pemeringkatan kinerja perguruan tinggi. Hasil penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi untuk periode tahun 2016-2018 diluncurkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) di Gedung II BPPT Jakarta, Selasa (19/11/2019) sore.

Berdasarkan analisis terhadap data yang telah diverifikasi, terdapat 47 perguruan tinggi yang masuk dalam kelompok Mandiri, 146 perguruan tinggi kelompok Utama, 479 perguruan tinggi kelompok Madya, dan sebanyak 1.305 perguruan tinggi kelompok Binaan. Jumlah kontributor sebanyak 1.977 perguruan tinggi, meningkat dari periode tahun 2013-2015 yang hanya mencapai 1.447 perguruan tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Unika Atma Jaya Dr. Agustinus Prasetyantoko mengatakan “Peningkatan pemeringkatan kinerja penelitian Unika Atma Jaya dari kelompok Utama ke Mandiri membuktikan upaya kolaboratif antar dosen, program studi, pusat-pusat penelitian, LPPM serta kinerja penelitian mahasiswa. Kemitraan dalam dan luar negeri juga ikut menjadi jembatan peningkatan kinerja ini selain penghargaan terhadap kinerja penelitian dan publikasi dosen.”

Di sisi lain, Menteri Ristek/Kepala BRIN – Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menjelaskan “Penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi untuk periode tahun 2016-2018 dilakukan berdasarkan data yang sudah dikumpulkan oleh masing-masing perguruan tinggi di Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Simlitabmas). Adapun komponen yang dievaluasi meliputi sumberdaya penelitian (30%), manajemen penelitian (15%), luaran/output (50%), dan revenue generating (5%).”

Bambang juga menjelaskan bahwa penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi berdampak kepada kuota anggaran penelitian, pengelolaan dana desentralisasi sesuai dengan rencana induk penelitian masing-masing perguruan tinggi, peta kebutuhan program penguatan kapasitas per klaster, dan meknisme pengelolaan penelitian.

“Anggaran maksimal yang dapat dikelola oleh perguruan tinggi klaster mandiri adalah 30 Milyar/tahun, perguruan tinggi klaster utama sebesar 15 Milyar/tahun, perguruan tinggi klaster madya sebesar 7,5 Milyar/tahun, sedangkan perguruan tinggi klaster binaan dapat mengelola dana penelitian sebesar 2 Milyar/tahun,” jelas Bambang.

Melalui raihan ini, Unika Atma Jaya bersama perguruan tinggi lainya akan terus meningkatakan kuantitas dan kualitas penelitian yang dihasilkan sehingga dapat berkontribusi dan berguna dalam pembangunan masyarakat dan bangsa. (CTF)